***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Mengenang Pesan Gus Dur Tentang Beda Sowan Orang Mati Dan Hidup

Mengenang Pesan Gus Dur Tentang Beda Sowan Orang Mati Dan Hidup

Written By Byaz.As on Sabtu, 24 Desember 2016 | 12.00

Suryajagad.Net - Keluarga besar KH Abdurrahman Wahid (alm) menggelar Haul ke-7 wafatnya Gus Dur. Haul ini dihadiri Presiden Joko Widodo beserta jajaran menteri kabinet kerja, para ulama, serta ribuan santri dan masyarakat.

Mendapat kesempatan memberikan sambutan, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengenang pesan Gus Dur tentang perbedaan ziarah atau sowan kepada orang yang masih hidup dan orang yang sudah meninggal.

Menurutnya, selama hidup, Gus Dur dikenal sebagai sosok yang suka bersilaturahim, tidak hanya kepada orang yang masih hidup, tapi juga kepada orang-orang yang sudah mati. Ziarah kubur menjadi bagian tradisi yang sering dilakukan Presiden RI ke-4 ini.

Di hadapan ribuan umat yang menghadiri haul, Menag teringat salah satu pesan Gus Dur. Gus Dur bilang, sowan orang mati lebih baik, karena tidak mungkin menipu, beda sama yang masih hidup, kata Menag, seperti dalam rilis Suryajagad.Net dari laman Kemenag.go.id, Jumat (23/12/2016).

"Jawaban ini benar-benar mak jleb. Mengandung pesan yang kuat bahwa tokoh yang sudah almarhum perlu kita ingat sebagai contoh agar dapat menjadi teladan atau bahan evaluasi," tambahnya.

Selain itu, Menag menilai Gus Dur adalah guru dalam menyikapi perbedaan. Menurutnya, Gus Dur pernah berbeda pendapat dengan KH Asad Syamsul Arifin Situbondo. Meski media mengatakan, kedua tokoh tersebut berkonflik, tapi dalam alam nyata, Gus Dur rajin silaturahim ke KH Asad dan kiai-kiai lain yang berbeda pendapat.

"Hal sama juga dilakukan KH Asad. Meski beda pendapat, Beliau bilang, tetap menghargai Gus Dur sebagai putra dan cucu dari gurunya. Benar-benar teladan yang mampu menjadi obat penurun tensi," tutur Menag.

Memahami Gus Dur, lanjut Menag, mirip memahami medsos. Jika dikunyah mentah-mentah, maka akan tersedak dan muntah. Mencermati apa yang Gus Dur lakukan, harus dilakukan dengan cermat, jangan emosi apalagi nyinyir bahkan memusuhi.

"Tujuan utama Gus Dur adalah untuk kebaikan. Inilah keunggulan Gus Dur dibanding kita-kita ini. Gus Dur mampu karena tidak membutuhkan identitas dan popularitas," ujarnya.

Saat menjadi Presiden, Gus Dur, kata Menag telah mengajarkan, bahwa untuk menjadi pemimpin, tidak sekedar dukungan massa dan popularitas. Bagi Gus Dur, menjadi pemimpin bukanlah hasrat, tapi lebih pada menjadi pelayan dan bisa berteman dengan siapa saja. "Sulit dipungkiri, almarhum merupakan deretan orang-orang baik di Negeri ini," tandasnya.

Dalam haul tersebut, juga dipentaskan banyak hal, seperti pembacaan puisi, penandatanganan dan pembacaa ikrar damai, serta testimoni dan lainnya. Tampak hadir pula, ke-3 pasangan calon Gubernur DKI Jakarta. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad