***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Menag : Waspadai Sisi Negatif Globalisasi Dengan Bijak

Menag : Waspadai Sisi Negatif Globalisasi Dengan Bijak

Written By Byaz.As on Minggu, 22 Januari 2017 | 16.00

Suryajagad.Net - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali mengajak seluruh komponen anak bangsa untuk menanggapi perkembangan globalisasi dengan bijak. Menurutnya, kemajuan tekhnologi informasi harus kita syukuri sebagai sebuah nikmat. Karenanya, kita dengan mudah, cepat dan murah, mampu mendapatkan banyak hal dari seluruh dunia.

"Informasi-informasi dengan cepat menyebar seakan dunia ini kini tanpa batas, meski demikian, kita harus waspada akan sisi negatif globalisasi ini. Kita butuh ketelitian, kearifan, kebijaksanaan untuk mencerna informasi yang kita dapatkan, agar tidak tidak terseret dalam permusuhan dan perpecahan," demikian disampaikan Menag saat memberi sambutan pada Tabligh Akbar dan Peletakan Batu Pertama Ponpes Shohibul Muslimin (Parmusi Center), Provinsi Banten,seperti dalam rilis Suryajagad.Net dari laman Kemenag.go.id, Minggu(22/01/2017).

Dihadapan tokoh masyarakat dan santri, Menag menceritakan kisah fitnatul qubro atau fitnah besar di mana Khalifah Utsman bin Affan dan Khalifah Ali bin Abi Thalib terbunuh karena berita bohong (hoax). Sahabat Utsman misalnya, dibunuh oleh seorang muslim, yang tidak sembarang muslim, bukan muslim awam, tapi seorang hafidz. Dia tergerak sendiri, membunuh sendiri, karena berita hoax, di mana, Sahabat Utsman diduga diisukan melalukan KKN, yakni nepotisme yang mementingkan familinya saja, tanpa tabayyun atau klarifikasi atas berita tersebut," ujar Menag.

Menag melanjutkan, sahabat Ali juga meninggal terbunu oleh muslim juga karena salah paham, oleh berita fitnah tak berdasar. Dampaknya, kata Menag, karena beda tafsir lalu berimplikasi pada perkembangan umat Islam hingga kini, baik dibidang syariah, aqidah, tasawuf dan lain sebagainya.

Kunjungan kerja Menag ke Provinsi Banten dalam rangka peletakan batu pembangunan Pondok Pesantren Shohibul Muslimin yang berada di Tanjung Teja Kabupaten Serang. Ponpes tersebut akan dibangun di ataslahan seluas 25 hektar yang bisa menampung kurang lebih 1.000 santri dengan model boarding school.

"Hingga saat ini, baru 4 Ha yang kita bebaskan, tapi InsyaAllah akan berdiri di atas lahan seluas 25 Ha yang bisa menampung sekitar 1.000 santri dengan model boarding school," terang Ketua Umum Parmusi Ustadz Usmah Hisyam.

Hisyam menyatakan, Ponpes ini lebih mengedepankan kualitas. Program unggulannya adalah Tanfidz, dan bahasa, baik Arab maupun Inggris.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Mantan Mensos yang juga mantan Ketum Parmusi, Buya Bachtiar Chamsyah, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi KH Syuhada Bahrri, Keluarga Besar Parmusi, Perwakilan Pemprov Banten, Pemkab Kabupaten Serang dan masyarakat umum. Ikut mendampingi Menag, Kakanwil Kemenag Banten A Bahari Syam dan Kakankemenag Kabupaten Serang. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad